MITONI GADING II
MITONI "GADING II"
Mitoni adalah tradisi adat Jawa yang dilakukan ketika ibu hamil memasuki usia 7 bulan dalam kandungan. Kata mitoni berasal dari kata bahasa Jawa pitu yang artinya tuju. Tujuan dari upacara mitoni ini adalah untuk memohon doa agar calon ibu dan bayi selamat hingga persalinan berjalan dengan lancar.
Adapun persiapan yang harus disiapkan dalam upacara adat mitoni ini antara lain:
1. Jenang ebor-ebor yaitu jenang yang dibuat dari tepung beras, gula dan parutan kelapa. Merepresentasikan harapan akan kelimpahan rezeki dan keberkahan.
2. Rujak cerobo yaitu rujak yang berisi petai cina, mengkudu, berbagai macam buah-buahan dan didampingi dengan kelapa muda. Mencerminkan kesederhanaan hidup, keberagaman, dan harmoni dalam perbedaan.
3. Jadah telon yang terdiri 3 bahan yaitu Jawut, tebon dan beras ketan. Supaya saudara, keluarga, dan tetangga tetap rukun.
4. Kupat luar yaitu kupat yang dibuat dari daun kelapa muda yang diisi dengan beras ketan. Permohonan maaf yang tulus dan terbuka. Agar anak menjadi soleh sholehah dan berbakti kepada orang tua.
5. Punar yaitu jadah yang berwarna kuning dari kunyit. Menekankan nilai kesederhanaan dan rasa syukur.
6. Serabi yaitu jajanan tradisional yang terbuat dari tepung beras, santan, dan sedikit garam. Memegang teguh tradisi tersebut akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam.
7. Tumpeng yaitu nasi putih yang berbentuk seperti gunung. Dalam 1 tambir terdapat 7 tumpeng. Menunjukan rasa syukur dan penghormatan.
8. Takir pontang yang berisi jadah muda, tempe, peyek dan daging sekupat. Daging sekupat yaitu daging kambing. Menunjukan pentingnya kebersamaan dan keakraban.
9. Yang terakhir adalah Jenang procot yaitu jenang terbuat dari tepung yang dibentuk seperti bayi . Menekankan kelembutan dan kemudahan menjalani hidup. Supaya lancar dalam melahirkan.
Makanan pendamping lainnya yaitu mie, sayur cabe, urap, ikan asin dan lain lain. Setelah persiapan dan masak masak selesai, makanan dikumpulkan jadi satu lalu mengundang warga sekitar untuk mendoakan ibu hamil dan bayi supaya selamatdan lancar yang dipimpin oleh salah satu warga. Setelah dido'akan makanan dibagi-bagikan kepada warga sekitar.
Ibu hamil yang berumur 7 bulan harus mengadakan acara yang dinamakan mitoni. Jika tidak mampu melaksakan acara mitoni dibuat ala kadarnya saja. Ibu hamil anak pertama harus melaksanakan acara mitoni. Anak kedua, ketiga dan seterusnya tidak harus melaksanakan acara mitoni. Jika bapak atau ibu menikah lagi dan diberi momongan anak dari pernikahan tersebut maka harus melaksanakan acara mitoni lagi.
Adapun hari khusus apa bila akan melaksanakan acara mitoni yaitu hari jumat malam sabtu dan senin malam selasa. Acara adat mitoni juga memiliki pantangan, yaitu tidak boleh dilaksanakan pada hari di mana orang tua atau mertua dari kedua belah pihak terakhir kali meninggal.
Di setiap daerah memiliki cara melaksanakan acara mitoni yang berbeda-beda.
DOKUMENTASI KEGIATAN




Komentar
Posting Komentar