SAMBEL BESER
SAMBEL BESER
Sambel beser, atau sambal kepik, merupakan kuliner tradisional khas Gunungkidul, Yogyakarta. Hidangan ini memadukan sambal bawang dengan tambahan serangga bernama beser, atau yang dikenal dengan kepik, yang mengeluarkan aroma sangit dan berbau tidak sedap. Serangga ini lazim ditemukan menempel di permukaan daun tanaman labu atau waluh, terutama saat musim penghujan. Pada musim ini, kondisi lingkungan yang lembap menciptakan habitat ideal bagi beser untuk berkembang biak. Mereka biasanya bersembunyi di balik daun yang rimbun, memanfaatkan naungan dan kelembapan sebagai perlindungan dari panas matahari. Inilah sebabnya mengapa serangga ini lebih mudah dijumpai di area perkebunan atau ladang yang ditanami labu dan sejenisnya..
Proses pembuatan sambel beser dimulai dengan membersihkan beser secara menyeluruh. Setelah dicuci, beser direndam dalam air panas untuk memastikan kebersihannya, kemudian digoreng hingga matang. Selanjutnya, beser dihaluskan bersama bahan-bahan sambal seperti cabai rawit, bawang merah, bawang putih, garam, dan penyedap rasa. Beberapa variasi resep bahkan menggunakan beser mentah yang langsung diulek bersama bumbu sambal, memberikan sensasi rasa yang berbeda.
Kehadiran beser dalam sambal ini memberikan aroma yang khas dan kuat, menambah kesegaran dan kepedasan yang unik pada hidangan. Meskipun tergolong sebagai kuliner ekstrem, sambel beser tetap diminati oleh masyarakat lokal dan menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional Indonesia. Bagi yang penasaran dan ingin mencoba sensasi berbeda, sambel beser dapat ditemukan di beberapa daerah di Gunungkidul, terutama di desa-desa yang masih mempertahankan tradisi kuliner ini.
![]() |
| Foto serangga beser |
![]() |
| Foto beser setelah selesai digoreng |
Proses pembuatan Kuliner Sambel Beser
DOKUMENTASI KEGIATAN




Komentar
Posting Komentar