GOA WATU JOGLO
GOA WAKTU JOGLO
Goa Watu Joglo merupakan salah satu agrowisata di Desa Kepil, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Dinamakan Goa Watu Joglo karena atap goa yang menyerupai rumah adat Jogja yaitu rumah Joglo. Goa yang mempunyai nuansa alam yang kental, dikelilingi oleh pepohonan dan aliran sungai yang berada di dalam goa menjadi nilai tambahnya.
Tidak jauh dari Goa Watu Joglo, terdapat batu yang tinggi dan lebar terletak pada pintu masuk setelah beberapa anak tangga nama batu tersebut adalah "Kelir Stone" yang berasal dari bahasa Jawa dan bahasa Inggris. "Kelir" yang artinya background pewayangan dalam bahasa Jawa dan "Stone" yang artinya batu dalam bahasa Inggris. Batunya datar dan lebar seperti background pada wayang kulit.
Tempat ini penuh dengan sejarah yang dipercayai masyarakat sekitar, setelah melakukan wawancara dengan Bpk. Jumari, ada beberapa informasi yang didapatkan. Dulunya saat bapak Jumari sedang mencari rumput untuk makanan hewa, beliau menemukan gua ini dan melaporkannya pada POKDARWIS (kelompok sadar wisata).
Setelah mencari informasi dari Bapak Jumari, kami melanjutkan perjalanan mencari informasi dari salah satu anggota pokdarwis saat itu, anggota tersebut bernama Bapak Eko.
Kami menanyakan perkembangan dan bagaimana keadaan Goa Watu Joglo tersebut.
Bapak Eko bercerita, "Dari awal, alam yang membuat kita hanya memanfaatkan, karena melihat Goa tersebut memiliki potensi untuk dijadikan tempat rekreasi. Bersama warga dan karang taruna desa Kepil, pada tahun 2015 sampai 2016 kami berbondong-bondong membersihkan tanaman yang menghalangi dan membuat jalan ke arah goanya."
Saat Bapak Eko bercerita saya juga turut bertanya dengan rumor yang beredar mengenai harimau yang dulu menetap pada goa.
Saya bertanya "bagaimana pembangunan goa saat itu, saya dengar ada harimau yang menetap di gua ?"
Bapak Eko menjawab, "Dulu, tempat itu hutan belantara, tentu ada beberapa hewan yang masih menetap disana. Untuk harimau, mereka memanfaatkan goa untuk bermain, kami membiarkan harimau tersebut dan tidak ditangkap karena liar, sampai harimau sudah pergi dari sana dengan sendirinya". Setelah berbincang-bincang dengan Bapak Eko dan mengucapkan terimakasih, kami langsung menuju ke lokasi Goa Watu Joglo tersebut.
Saat datang kemari kita bisa beristirahat di joglo titik kumpul. Perjalanan yang dilalui cukup sulit. Namun, selama perjalanan akan disuguhi pemandangan alam yang masih asri dan sejuk.
Perjalanan menuju goa disambut dengan anak tangga menurun menuju ke arah goa, selama berjalan melewati anak tangga sudah disediakan tempat berupa gazebo untuk tempat beristirahat dan toilet di beberapa tempat, di sekeliling anak tangga ada pepohonan berupa pohon jambu maupun pohon kepil.
Batuan yang banyak dan menantang untuk dilewati bisa menjadi spot foto yang bagus. Pemandangan didalam goa berupa air terjun kecil dan cahaya yang bersinar melalui celah bebatuan. Sarana ini juga cocok untuk dijadikan tempat outbond, karena jalanan yang menantang.
Goa Watu Joglo tidak panjang, hanya beberapa meter saja, dengan mengikuti aliran air sungai didalam goa ini, melewati beberapa bongkahan bebatuan dan melewati jalan yang sedikit sempit dengan dinding-dinding batu yang lembab basah, sampailah pada ujung goa ini.
Maka dari itu, destinasi ini lebih dianjurkan untuk seseorang yang penyukai petualangan dan tantangan. Karena pada dasarnya, destinasi ini bagus untuk kita yang suka trekking, menyusuri goa dan bermain air. Jika musim hujan dan debit air melimpah, tempat ini bisa dijadikan salah satu tujuan untuk bermain air.
Goa Watu Joglo juga menyajikan Agrowisata Jambu Kristal, disini pengunjung dapat memetik dan membeli jambu kristal dengan harga Rp15.000 sekilo. Namun dengan keadaan sekarang ini, mungkin hanya tinggal beberapa pohon saja yang tersisa untuk dipetik.
Semoga tempat ini dapat bertahan hingga masa yang akan datang, agar orang-orang dapat mengetahui dan menikmati karya alam yang mempesona ini.
DOKUMENTASI KEGIATAN
google maps.





















Komentar
Posting Komentar